Media Massa dan Globalisasi

book

Pendahuluan

Media massa merupakan sarana penyebarluasan berita dan informasi kepada khalayak luas, baik secara local, nasional, maupun internasional. Hal ini selaras dengan fungsi media massa sebagai lembaga siaran yang berkepentingan dengan penyebaran informasi dan bisnis serta upaya mempengaruhi opini public internasional (Shoelhi : 2009). Melalui media massa yang bersifat internasional ini, penyebarluasan informasi masuk dalam era globalisasi. Di mana dikatakan oleh Marshall McLuhan menjadi sebuah global village, yang membuat batas antar negara tidak jelas. Dengan memanfaatkan kemajuan di bidang teknologi telekomunikasi yang telah berkembang dengan pesat, maka seluruh bangsa-bangsa di dunia dapat disatukan dalam agenda globalisasi.

Media massa dan globalisasi memiliki pengaruh maupun peran yang saling mendukung satu sama lain. Pengaruh tampaknya dapat diistilahkan dengan sesuatu yang positif (konstruktif) maupun negative (destruktif), sedangkan peran merupakan faktor yang saling menguntungkan (mutualisme). Dengan adanya pengaruh yang negative, maka diperlukan gatekeeper (filter) terhadap informasi yang diterima, khususnya dari bangsa barat. Sebab sejak decade 70-an hingga sekarang, terjadi ketimpangan dalam arus informasi antara negara maju dengan negara berkembang.

Dari peranan media massa dan globalisasi, memang tak dapat dipungkiri bahwa terdapat nilai positif di antara keduanya. Globalisasi akan mendorong masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan dan forum internasional. Dengan demikian menurut Mohammad Shoelhi, komunikasi internasional semakin dirasakan arti pentingnnya dalam pergaulan internasional guna memajukan saling pengertian dan menghilangkan kesenjangan dalam hubungan internasional.

Globalisasi

Menurut asal katanya, "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Dapat juga diartikan sebagai proses di mana antar individu , antarkelompok , antar negara saling berinteraksi ,bergantung , terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas kota dengan penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Globalisasi pada khususnya terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia. Adapula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi.

Pengaruh Globalisasi dalam Media Massa

Globalisasi media massa merupakan proses yang sangat nature terjadi. Pada titik-titik tertentu terjadi benturan antar budaya dari Luar Negeri yang tidak dikenal oleh bangsa Indonesia. Akibat itulah terjadi kekhawatiran yang sangat besar dampaknya dalam kehidupan masyrakat Indonesia. Saat ini masyarakat Indonesia sedang mengalami serbuan yang hebat dari berbagai produk media massa berupa tabloid, majalah, buku bacaan di media cetak, televisi, radio, dll. Misal, munculnya majalah-majalah Amareika dan Eropa versi Indonesia, seperti : Bazaar, Cosmopolitan, Hausekeeping, dll. Begitupula dengan peredaran VCD. Baik yang datang dari luar negeri maupun dalam negeri sendiri.

Kebebasan pers yang muncul pada awal masa reformasi ternyata dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menerbitkan produk-produk pornografi. Mereka menganggap pers mempunyai kemerdekaan yang dijamin hak asasi warga negara yang tidak dikenakan penyensoran dan pembredelan. Padahal dalam Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 bahwa Pers berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat (pasal 5 ayat 1).

Melalui media yang kian terbuka dan terjangkau, masyarakat menerima berbagai informasi tentang peradaban baru dari seluruh penjuru dunia. Terutama masalah pornografi. Contohnya, saat ini wanita-wanita Indonesia sangat terpengaruh oleh trend mode dari Negara Amerika dan Eropa yang dalam berbusana cenderung minim. Sedangkan masyarakat Indonesia pada umumnya menganut ajaran agama islam yang memiliki aturan dalam hal berpakaian.

Peran Media Massa di Era Globalisasi

Media massa memiliki peran penting di era yang serba modern. Salah satu peran penting media adalah sebagai penentu identitas suatu bangsa. Perkembangan yang terjadi dalam dunia media massa saat ini seperti perkembangan teknologi dunia elektronik, penggunaan internet secara luas dan penggunaan telepon seluler, yang secara tidak langsung memfasilitasi proses globalisasi dalam dunia jurnalistik. dengan adanya internet, atau penggunaan telepon genggam yang juga memiliki fasilitas internet, segala sesuatu dari dunia luar begitu mudah masuk ke Indonesia.

Oleh karena itu, dengan sisi positif dengan adanya globalisasi, media massa dapat berperan dalam mencerdaskan masyarakat. hal inilah yang menjadi agenda terbesar media massa. Selanjutnya, media massa dapat menjadi penggerak aktivitas sosial masyarakat. Sebagai instrumen pemberi warta tentunya sebuah koran, misalnya, memiliki sebuah kekuatan persuasif tersendiri untuk mengajak masyarakat melakukan sesuatu. Peran propaganda sebuah media massa sangatlah kuat. Daya pengaruh ini mampu memobilisasi masyarakat untuk membantu penderitaan korban bencana, misalnya. Atau juga pembentukan posko keprihatinan. Saat ini beberapa media baik cetak, radio maupun televisi telah membuka berbagai posko maupun pundi amal. Langkah ini hendaknya diperluas dalam berbagai segmen aktivitas: sosial, budaya, ekonomi, politik.

Peran yang lainnya yaitu, dapat menjadi sarana empowering (pemberdayaan). Posisi media massa hendaknya selalu berpihak kepada masyarakat. Opini yang diciptakan sesuai dengan nurani masyarakat. Sekaligus, dalam kondisi tertentu harus siap berhadapan dengan kebijakan penguasa. Peran media massa cukup signifikan untuk mempengaruhi kebijakan eksekutif, merubahnya menuju tuntutan masyarakat. Namun, berdiri diametral bukan berarti membenci atau memusuhi. Landasan nurani dan persaudaraan tentunya bisa menghiasi kritik membangun yang disodorkan oleh sebuah media. Dalam hal ini, kepekaan pejabat sangat diharapkan. Kontrol media dan kepekaan penguasa menjadi sinergi yang indah. Dan yang terakhir menurut Purwasito(2002), media massa dapat berperan mentransfer kebudayaan dan mengembangkan nilai maupun norma berdasarkan visi-misi dan latar belakang usahanya.

DAFTAR PUSTAKA

Shoelhi, Muhammad. 2009. Komunikasi Internasional : Perspektif Jurnalistik. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.

Jurnal Drs. Hadiono Afdjani, MM : Dampak Globalisasi Media Terhadap Masyarakat dan Budaya Indonesia.

(Sumber : http://kuliahonlinekomunikasi.blogspot.com)