Manusia bukan manusia jika tak peduli sesama

Blog Single

Badan Eksekutif Mahasiswa Stikom Bandung menggagas program “We Care.” We Care adalah sebuah program yang dibuat sebagai aksi peduli sosial terhadap lingkungan sekitar. Aksi kali ini berupa penggalangan dana untuk korban banjir di kecamatan Baleendah dan Banjaran, kabupaten Bandung. Karena banjir mulai surut di beberapa tempat disana, bantuan difokuskan pada pemberian alat-alat pembersih rumah, dan sejumlah uang.

Dana yang didapat bersumber dari sumbangan mahasiswa aktif Stikom Bandung serta masyarakat sekitar lingkungan kampus. Untuk penggalangan pada masyarakat sekitar, BEM Stikom Bandung yang memiliki motto “Bebenah Stikom” ini dibantu oleh mahasiswa angkatan 2014. Ada beberapa mahasiswa yang mempunyai rasa kepedulian tinggi dengan berinisiatif memberikan pakaian layak pakai mereka kepada korban banjir. Sumbangan ini diberikan pada posko Wanayudha Jln. Raya Banjaran, KM 10, gang Ridho, no. 88, kampung Babakan Sadar, RT3/RW10 kel. Andir, kec. Baleendah.

Yaya kusmayadi (66) – pembina posko Wanayudha, mengatakan banjir disana telah menelan korban sebanyak 2 orang. Tak ayal sebab, banjir paling tinggi pernah sampai dada orang dewasa. Sendy Gumilang Trianjaya, ketua posko Wanayudha, yang juga salah satu mahasiswa Stikom Bandung angkatan 2013, menuturkan penyebab banjir dikarenakan letak geografis kecamatan Baleendah dihimpit oleh sungai Citarum, Cisangkuy, dan Cikapundung. Apabila citarum sudah tidak dapat menampung air dari hulu yang bermuara di Cisanti, maka limpahan air dari Cisangkuy dan Cikapundung pun akan meluap ke daerah tersebut.

Sendy menambahkan, “penggundulan hutan di daerah Bandung Selatan juga berpengaruh terhadap peningkatan jumlah debit air. Belum, sampah di aliran sungai ikut berkontribusi dalam bencana ini.”

Laman Beritagar.id menulis, pada Maret 1946, ribuan warga Bandung selatan berduyun-duyun meninggalkan rumah mereka yang disantap api. Kala itu, mereka rela membakar rumahnya demi melempangkan jalan perjuangan. 70 tahun kemudian di bulan yang sama, ribuan warga kawasan itu kembali mengungsi. Hanya saja, pemicu kali ini adalah banjir.

Jumlah pengungsi mencapai lebih dari 15 ribu orang yang tersebar di 36 titik di Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang.  Kita tidak tahu kapan bencana menyapa, tapi yang kita tahu adalah kapan kita harus membantu. “Bantuan bukan bicara seberapa, tapi setinggi apa jiwamu untuk berbagi,” ujar Fahlan Fachrurozi, ketua BEM Stikom Bandung.