"SISI LAIN" Pandang Aku dengan Dua Mata

Blog Single

"Don't judge book by a cover" sebuah ungkapan yang kerap dikultuskan untuk menyuarakan bahwasanya penampilan seseorang tak lantas bisa dijadikan penilaian mutlak mengenai kepribadian, status ekonomi, strata sosial, ataupun kemampuan orang tersebut. Hal nilah yang kemudian menjadi inspirasi bagi anggota Bidik Photography angkatan 2014 untuk bereksperimen menginterpretasikannya ke dalam bentuk foto.

Teknologi boleh canggih, penampilan bisa saja moderen, tapi pola pikir masyarakat belum tentu mampu beradaptasi dengan cepat mengikuti perkembangan tersebut. Sudut pandang terhadap suatu kaum atau individu tertentu yang dianggap marjinal masih saja mendapat stigma negatif, namun bukan berarti mereka tidak memiliki sisi positif.

Tengok saja kaum waria, laki-laki dengan kepribadian ganda ini memang sudah tidak bisa lagi menahan hasrat kewanitaanya, ditambah dengan desakan ekonomi membuatnya tak punya pilihan lain. Ditengah derasnya hujatan masyarakat terhadap mereka, justru beberapa diantaranya memberikan manfaat besar terhadap masyarakat.

Pengamen yang berkeliaran di persimpangan jalan pun tak bisa diambil kesimpulan hanya berkeliaran liar dan mengganggu ketertiban. Tidak sedikit diantaranya bahkan memiliki prestasi, walaupun tetap harus berkeliaran di jalan berburu empati dari para dermawan untuk menyambung hidupnya.

Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) tidak begitu saja dianggap sampah masyarakat lantaran mengidap penyakit yang berpotensi dekat dengan kematian dikarenakan latar belakang penyebab penyakit AIDS yang berasal dari pecandu narkoba ataupun pemuja seks bebas kerap membuatnya dikucilkan. Setelah mendapat intervensi dari vonis kesehatannya, mereka juga harus berjuang melawan paradigma negatif dari sebagian masyarakat.

Dari strata ekonomi, kaum buruh yang berada di tataran level terbawah acap kali dianggap layaknya hewan peliharan yang penurut terhadap tuannya. Manakala berdemonstrasi menuntut kelayakan, buruh justru kerap dipandang mengganggu ketertiban. Secara kasat mata kaum difabel memang memiliki keterbatasan fisik, namun kekurangannya itu bukanlah suatu batasan bahwa mereka tidak mampu berkarya dan bermanfaat dari orang normal kebanyakan.

Stereotip para pelaku musik underground di mata masyarakat umum masih saja dianggap sebagai orang yang jauh dari nilai agama ataupun norma sosial dan dipandang tidak memiliki nilai ekonomi, walaupun kini underground justru sudah bergeser menjadi industri menjanjikan. Namun beberapa diantaranya justru memiliki sepak terjang lain yang mampu memutarbalikan stigma negatif masyarakat umum. Berbagai isu tersebut kemudiam mencoba direkam oleh Abdan Syakura, Andi Apriyandi, Annisa Azhari, Lika Utami Putri, Taufik Ahmad Hidayat, Zinggien Khapriati Adisty, Rizqi Fadhilah Akbar, Dixi Fajaris Janatan, Satrio Abriansyah, dan Septian Aoladi Gumintang. Dengan segala keterbatasannya secara teknis, kesepuluh fotografer tersebut terus berupaya kembali menghadirkan sudut pandang baru dari stigma negatif sebagian masyarakat umum terhadap individu atau golongan. Jam terbang dan minimnya waktu memang bukanlah menjadi alasan, nyatanya hal itu tidak membatasi ruang kebebasan berekspresi.

Bidik Photography